Kearifan Budaya Lokal Banten

Kearifan Budaya Lokal Banten

Nama : Yudha Qanstantin

NPM : 17112894

Kelas : 1KA19

NPM : 17112894

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Indonesia memiliki banyak sekali daerah dan budaya yang berbeda-beda, setiap daerah memiliki budaya masing-masing. Begitu juga setiap daerah memiliki kearifan budayanya masing-masing. Kearifan lokal adalah dasar untuk pengambilan kebijakkan pada level lokal di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan, pengelolaan sumber daya alam dan kegiatan masyarakat pedesaan.

Kearifan budaya lokal adalah kebijaksanaan suatu daerah dalam pengambilan kebijakan dalam berbagai hal, contoh dalam bidang kesehatan, pertanian, pendidikan. Kearifan budaya lokal juga dapat digunakan sebagai cara pemecahan suatu masalah yang sedang terjadi dalam ruang lingkup budaya masing-masing.

1.2.Rumusan Masalah

Dengan adanya makalah ini, diharapkan kita dapat mengetahui bagaimana cara berprilaku arif, bijaksana, yang di implementasikan dalam setiap kebudayaan yang ada di Indonesia. Khususnya Daerah Banten yang akan kita bahas dalam makalah kali ini.
1. Bagaimana perwujudan kearifan budaya lokal di Banten?

2. Bagaimana cara setiap orang mengatasi permasalahan dengan kearifan budaya lokal ?

BAB II
ISI

2.1. Kearifan Budaya Lokal

Kearifan budaya lokal sendiri adalah pengetahuan lokal yang sudah sedemikian menyatu dengan sistem kepercayaan, norma, dan budaya serta diekspresikan dalam tradisi dan mitos yang dianut dalam jangka waktu yang lama.
Saya akan berikan ilustrasi Contohnya sebagai berikut:
Dalam pelaksanaan pembangunan disuatu daerah, hendaknya pemerintah mengenal lebih dulu seperti apakah pola pikir dan apa saja yang ada pada daerah yang menjadi sasaran pembangunan tersebut. Adalah sangat membuang tenaga dan biaya jika membuat tempat wisata tanpa memberi pembinaan kepada masyarakat setempat bahwa tempat wisata tersebut adalah  “ikon” atau sumber pendapatan yang mampu mensejahterakan rakyat didaerah itu. Atau lebih sederhananya, sebuah pembangunan akan menjadi sia-sia jika pemerintah tidak mengenal kebiasaan masyarakat atau potensi yang tepat untuk pembangunan didaerah tersebut.

Dalam Contoh masalah di atas, dapat kita simpulkan bahwa kearifan budaya local sangat diperlukan guna pemerencanaan suatu operasi, dan bagaimana kita secara bijaksana berfikir positif, negative yang akan kita peroleh jika suatu hal akan kita lakukan.

2.2. Manfaat Kearifan Budaya

Kearifan lokal bersifat mencegah perbuatan tidak baik dan membentuk melakukan aktivitas. Kedua hal tersebut merupakan pedoman berprilaku dalam kehidupan. Contoh nya budaya debus dari banten yg sudah sangat terkenal.

2.3. Contoh Kearifan Budaya Lokal di Yogyakarta

Orang Banten biasa hidup dengan tradisi dan tradisi merasa bersyukur karena di Banten, hal itu dipelihara dengan baik, bahkan bagi sebagian orang, dijadikan pedoman hidup. Terlepas dari sinkretisme atau mungkin hal-hal yang berada di luar jangkauan manusia, tradisi telah menemukan tempatnya di Banten dan dapat hidup hingga kini. Apakah itu bukan suatu bagian dari kesadaran sejarah?

Namun, upaya untuk menghadirkan kearifan masa lalu tampaknya belum bergeser dari wacana romantisme. Pemerintah daerah belum mampu menguak masa lalu itu sendiri menjadi sebuah pembelajaran bagi masyarakat.

Banten Lama masih disibukkan dengan konflik berbagai kepentingan untuk masalah pengelolaan. Belum lagi permasalahan pengemis, sarana parkir, dan hal-hal yang berkaitan dengan kenyamanan pengunjung. Sebagian besar masyarakat hanya melihat Banten Lama sebagai tempat berziarah saja. Seharusnya ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memfasilitasi sarana belajar masa lalu ini. Seharusnya wisata sejarah pun menjadi bagian penting di Banten ini untuk mengais kearifan masa lalu. Belum lagi kalau kita berbicara Desa Kanekes, Masyarakat Kasepuhan Banten Kidul, dan masih banyak lagi kearifan lokal Banten.

Sebab, kapan lagi Banten bisa menjadi besar kembali, kalau upaya-upaya ke arah tersebut tidak diperhatikan dengan serius, justru hanya berusaha tetap menghadirkan romantisme sejarah yang meninabobokan masyarakat. Di ulang tahun Propinsi Banten yang memasuki usia matang ini, pemerintah daerah seharusnya bisa lebih dewasa memperhatikan kebesaran masa lalu Banten. Bukankah upaya mengenang itu pernah dilakukan ketika Banten dalam proses melepaskan diri dari Jawa Barat, dengan menghadirkan sejarawan-sejarawan untuk melegitimasi berdirinya Propinsi Banten? Mengapa hal itu tidak dilakukan lagi sekarang, ketika Banten sudah berdiri sendiri?

 

 

BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan

Implementasi kearifan budaya lokal dalam mengelola lahan yang berpotensi di daerah pegunungan, dataran rendah  memberikan nilai ekonomis juga pelestarian sumber daya alam. Kondisi demikian menguntungkan karena terjadi kelangsungan pemanfaatan sumberdaya alam dengan tidak merusak lingkungan alam, baik di daerah pegunungan, dan daratan rendah Sesungguhnya budaya kearifan lokal yang telah berkembang secara turun menurun dari generasi ke generasi mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup kita secara bijaksana dan penuh kearifa

3.2.Sumber

http://mohiyosrosyid.wordpress.com/2011/05/22/budaya/

http://bantenologi.org/index.php?option=com_content&view=article&id=73:wisata-sejarah-banten-upaya-mengais-kearifan-masa-lalu&catid=1:latest-news&Itemid=50

http://muhamadromdoni.wordpress.com/2012/10/09/mobilitas-sosial-budaya-masyarakat-banten/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s